Archive

Archive for the ‘Investasi’ Category

Langkah Mudah Memulai Bisnis Forex Trading Bagi Pemula

November 18, 2015 Leave a comment

Saat ini anda mungkin sedang mencari usaha apa yang bisa dijadikan sampingan. Atau mungkin anda sedang ingin memulai usaha, tetapi bingung mau usaha apa? Nah, disini saya ingin menjelaskan tentang bagaimana caranya memulai trading Forex – taufancahyadi.com

Sebelumnya anda perlu tahu dulu tentang apa itu Forex. Sederhananya Forex trading ini adalah menjual dan membeli uang dalam bentuk mata uang asing. Jual beli ini mengikuti kurs yang berlaku, baik itu kurs jual maupun kurs beli. Jika anda ingin membeli dolar, maka berlaku kurs jual misalnya satu dolar seharga 13.700 rupiah. Dan sebaliknya untuk kurs beli. Misalnya satu dolar anda dijual seharga 13.500 rupiah. Proses jual dan beli tadi dilakukan lewat agen valas, yang biasanya banyak terdapat di pusat belanja atau mall.

Jual beli pada contoh di atas adalah bentuk bisnis forex yang sederhana. Namun agak repot karena anda harus pergi ke agen valas untuk melakukan jual beli. Bisnis Forex yang saya maksudkan di sini adalah bisnis Forex online. Jadi bisnis ini dilakukan secara online melalui internet. Yang anda butuhkan hanya sebuah komputer dan koneksi internet. Bisnis ini juga berjalan selama 24 jam setiap hari mulai Senin sampai Jumat. Dengan demikian anda bisa menjalankannya kapanpun dan dimanapun anda berada. Read more…

Categories: Investasi

Kaya Gak Harus Glamour

July 6, 2013 1 comment

wbWarren Buffett mempunyai kehidupan yang beruntung. Itu diakuinya sendiri. Ia mengaku beruntung lahir di negeri Amerika Serikat, negeri yang menunjukkan kemakmuran sangat pesat dalam 10 dekade terakhir. Buffett juga mengaku beruntung lahir di sebuah keluarga, yang kebetulan menawarkan banyak peluang, sehingga akhirnya ia bisa menjalani sebuah kehidupan sebagai investor.

Tapi kehidupan itu tidak melulu karena keberuntungan. Buffett adalah pekerja keras sejak kecil. Pekerja yang sangat keras. Sangat keras, bahkan hingga sekarang. Buffett juga seorang yang disiplin dalam keuangan, kalau tidak mau dibilang pelit. Mungkin istilah bersahaja adalah pilihan yang lebih tepat. Ia selalu menganggap segala bentuk pengeluaran harus sepadan dengan hilangnya peluang investasi. Buffett adalah orang yang selalu mencari peluang bisnis, baik dari mengantar koran, dan berpartner dgn temannya memperbaiki mesin pinball.

Dari usahanya sejak kecil itu, ia menghasilkan uang yang cukup banyak untuk anak sesuainya, dan jangan heran Buffett sudah mulai membeli saham pertamanya sejak usia 11 tahun. Dia juga sudah melaporkan pajak pertamanya pada umur 14 tahun, atas keuntungannya sebesar $1000 hasil usaha loper korannya. Itulah Buffett. Seorang yang sangat terobsesi untuk mengkoleksi dan meningkat koleksinya tanpa punya kesenangan untuk menghabiskan hartanya itu.

Read more…

Categories: Investasi, Motivation

Diversifikasi Investasi, Perlu??

September 24, 2011 2 comments

Dalam blog ini, saya pernah membuat tulisan menyambut IHSG yg menembus angka keramat 4000. Tulisan tersebut mungkin saat ini jadi rada2 basi, mengingat IHSG sekarang turun di kisaran 3400-an. Kalau ditanya akan turun sampai level berapa, tidak ada yg tahu kecuali Tuhan.

Masalahnya saya termasuk salah satu yg telat mengantisipasi penurunan ini. Saya bukan pemain saham aktif, baik itu trader ataupun investor. Saya baru bisa dan sedikit2 belajar mengenai reksadana, dimana uang saya dikelola oleh Manager Investasi untuk ‘dimainkan’ di saham (reksadana saham). Dan penurunan IHSG, berakibat penurunan NAB dari produk reksadana yg saya ambil.

Di sisi lain, saya juga berinvestasi emas. Awalnya ikut2an istri yg membeli emas (LM) di salah satu bank syariah, dengan cara menyicil. Setelah saya pelajari, system cicilan-nya lumayan bagus. Paling gak dengan system syariah, telah ada kesepakatan di awal mengenai berapa pokok hutang dan cicilan yg musti dibayar.

Nah, saat RDS saya turun gara2 IHSG, LM malah naik. Saya perhitungkan dengan harga saat ini, sudah dapat untung sekitar 15% dalam waktu beberapa bulan. Luar biasa!

Di sini saya merasa, ternyata diversifikasi dalam investasi itu penting. Istilah-nya: don’t put your eggs into one basket! Saat keranjang yg satu berantakan, masih ada keranjang lain yg bisa mengangkat investasi kita. Lalu bagaimanakah caranya untuk diversifikasi?

Setelah saya browsing2, ada bbrp orang yg menggunakan proporsi yg mirip2, yaitu:
– 10% emas
– 40% properti
– 50% paper asset (saham, obligasi, reksadana, deposito, dll)

Selain itu ada juga yg mengalokasikan investasi nya ke bisnis (proyek). Proporsi di atas, bisa jadi berbeda dan tentu ada alasan dibaliknya. Cuman dalam situasi seperti sekarang ini, proporsi tersebut bisa jadi berubah yg mana mungkin orang menghindari untuk meletakkan “telur-nya” di keranjang saham. Bisa jadi mereka memilih untuk masuk reksadana pasar uang, deposito atau malah memegang uang cash; sambil mengantisipasi IHSG naik lagi.

Categories: Investasi Tags: , , , ,

IHSG Tembus 4000?

July 8, 2011 2 comments

Sudah lama banget rasanya aku gak nulis2 lagi di blog ini. Memang susah kalau nulis ngikutin mood, saat mood lagi jelek2nya.. otak jadi blank, bahkan sempet lupa kalau punya blog 🙂

Selain bad mood yg menjadi penyebab, ada hal lain yg belakangan ini lagi ku tekuni. Yap, aku lagi getol2nya belajar (reksadana) saham. Sengaja aku pake tanda kurung, karena memang awal-nya dimulai dari reksadana.

Sebenarnya aku udah pernah ikut program unitlink, yang diterbitkan salah satu perusahaan asuransi bekerja sama dengan Manager Investasi yg cukup oke. Mulai inves dari tahun 2004.. dan pas tahun 2008 terjadi krisis subprime-mortgage di Amrik yg berimbas ke pasar modal di Indo juga, menyebabkan kerugian unitlink yg kupunya sampe sekitar 4 juta.

(masih) Untung, pada saat itu aku tengah mengajukan proses KPR, sehingga aku ngerasa lebih baik unitlink tsb aku cairin buat nambah uang muka rumah. Kalo nggak, mungkin kerugian-ku bisa lebih dari 4 juta kali yah? Tapi sebenernya agak nyesel juga, karena cita2 investasi jadi gagal.

Read more…

Rich Dad, Poor Dad

July 28, 2008 3 comments

Ada apa dengan Robert T. Kiyosaki? Kenapa dia bisa begitu fenomenal dengan teori2 yg ditulis dalam bukunya Rich Dad, Poor Dad?

Bisa saya katakan, bahwa teori Robert telah membuka mata saya. Mata orang lain mungkin juga, yang telah membaca buku ini. Seakan saya baru tersadar bahwa sebenarnya ada pilihan hidup, selain apa yang telah dijalani dan dipercaya oleh sebagian besar dari kita.

Bagi yang mungkin belum membaca bukunya; inti dari teori Robert adalah: kalau mau kaya, jangan hanya mengandalkan pemasukan aktif — carilah pemasukan pasif sebanyak2nya.

Read more…

Investasi Asing: buah simalakama

June 12, 2008 1 comment

Momen 100 thn Kebangkitan Nasional ini, rupanya menjadi momen penting untuk berkaca sudah sejauh mana pencapaian bangsa Indonesia ini dalam berbagai aspek kehidupan.

Ada satu fakta yang cukup menyedihkan, bahwa sampai sejauh ini bangsa kita belum mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Hal ini bisa dilihat dari salah satu contoh: sektor telekomunikasi. Bagaimana dominannya pemilikan saham perusahaan telekomunikasi Indonesia oleh pihak asing, dapat dijadikan ukuran sejauh mana peranan bangsa kita dalam pertumbuhan sektor telekomunikasi.

Saya kutip dari detiki.net: ” … operator seluler Hucthison CP Telecommunication yang 100% sahamnya dikuasai asing. Lainnya seperti Excelcomindo Pratama, asingnya mencapai 99,8%, Natrindo Telepon Seluler 95%, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia 75%, Indosat 45%, dan Telkomsel 35% ”

Memang investasi asing ini bagaikan buah simalakama. Dimakan rasanya pahit, menyesakkan.. tapi jika tidak maka tamatlah riwayat kita. Pertanyaannya: apakah benar jika kita tidak memakan “buah” investasi asing tsb, maka industri (telco) di negara kita tidak akan berkembang? Mungkin jawaban saya, industri bisa tumbuh namun tidak secepat dgn investasi asing.

Hal ini yang menjadi PR bagi semua pihak; pemerintah memang yg paling dominan melalui kebijakan2 yg dibuatnya yg semestinya mampu memberikan proteksi yg cukup untuk pertumbuhan kemampuan bangsa ini. Hal ini juga harus didukung dengan semangat kecintaan terhadap produk2 dalam negeri.

Salah satu proyek yang cukup potensial (menurut saya) adalah IGOS (Indonesia, Go Open Source). Mengapa demikian? Jika untuk industri “hardware” dibutuhkan investasi yang besar seperti membangun pabrik yg memadai; sedangkan industri “software” lebih sedikit nilai investasinya, bahkan bisa dimulai dari suatu komunitas di kampus.

Percaya tidak, bahwa kemampuan di bidang IT dari putra-putri Indonesia ini bisa disandingkan dengan profesional dari negara lain? Kalau anda sering mengikuti berita di detiki.net, beberapa kali cerita tentang kemenangan IT-ers Indonesia di ajang kompetisi internasional dimuat di detiki.net.

Tinggal sekarang, bagaimana potensi emas ini didukung oleh pemerintah. Mudah saja, bikin gerakan Open source di instansi pemerintah. Kalau memang kesulitan dengan peoperasiannya, tinggal dibikin program pelatihan. Toh, uangnya akan berputar di kantong orang2 Indonesia.. daripada masuk kantong orang asing?

Investasi dan pilihan2nya

June 12, 2008 2 comments

Kali ini saya tertarik menulis sedikit tentang investasi. Tulisan ini lebih sebagai dokumentasi, dari sekian banyak info yg saya dapatkan. Maklum memory saya ga begitu kuat, belum sampai 2 Gb kalo dibandingkan dg PC.

Banyak jalan untuk berinvestasi. Bisa dengan saham, obligasi, reksa-dana, emas bahkan property. Pilihan mana yg diambil, tergantung dr gaya ‘bermain’ investasi masing2 individu. Misal, untuk property, saya musti sering2 survey, melihat lokasi strategis atau tidak, perkembangan tahun2 ke depan spt apa. Secara saya orangnya ‘agak’ males kalau disuruh jalan2 keliling komplek, saya tidak memilih utk investasi di property 🙂

Emas, punya resiko sendiri. Emas ini dibagi perhiasan dan batangan. Emas perhiasan lebih bernilai ‘seni’, artinya kalau kita beli perhiasan, ada ongkos potong dan bikinnnya yg masuk dalam harga yg musti kita bayar. Padahal kalau kita jual lagi, nilai ‘pekerjaan-seni’ tadi tidak diperhitungkan oleh si pembeli. Ini, menurut saya, lebih cocok buat kaum wanita.. itung2 investasi sambil ‘mempercantik’ diri 🙂 Sedangkan emas batangan, punya resiko lain: keamanan. Bayangkan, logam yg beratnya cuman 30 gram, yg bentuknya kurang lebih sama dg uang cepek (100 rupiah) harganya bisa mencapai puluhan juta. Kalau kita kurang hati2, bisa2 ketuker ama uang logam kita buat belanja 🙂 Nyimpen di rumah juga bahaya, mau ngga mau musti safe-deposit. Nah, ini keluar biaya lagi.. kalau ngga salah sekitar 200-300 rb untuk periode tertentu. Ribet, kan?

Saham, nah ini lebih ribet lagi. Tiap hari kita musti monitor fluktuasi saham, kapan musti buy or sell. Belum, kalo kita main di index, tambah ribet lagi.. karena pergerakan fluktuasi harga yg sangat cepat, ditambah permainan melawan pemain2 internasional. ‘Option’ atau asuransi saham (ini asli, saya ndak sbrp paham) di Indonesia, jumlahnya belum banyak, masih dibawah 10 saham Indo yg bisa ‘diasuransikan’.

Obligasi.. hmm, kalau menurut saya, tingkat return-of-investment-nya ga sbrp yah? Kemarin, ditawari ORI sama C*** Bank.. saya pelajari, mirip2 deposito. Cuman bunganya bisa mencapai 9-10%. Lumayan, tapi masih kurang gede 🙂 Apalagi jumlah uang yg di deposit, kudu banyak. Minim yg ORI itu, 50 juta. Duit dari mana yah 🙂

Reksa-dana.. nah, ini pilihan tepat. Kenapa? Buat orang yg dana cekak (spt saya), ga punya pengetahuan investasi atau baru mau mulai, saya sarankan ikut reksa-dana. Bagi yg belum ngerti, reksa-dana itu sama dengan ngumpulin duit sekian banyak orang untuk ‘diputer’ lagi; bisa dipake main saham, obligasi, dll. Karena yg ikutan banyak, otomatis setiap orang ga perlu keluar dana banyak2, cukup dgn 1-2 jt uda bisa ikutan. Plus, adanya manajer-investasi, kita ga perlu bingung dan susah ‘muterin’ duit tadi; udah ditangani mereka. Tinggal bagaimana, kita memilih manajer-investasi yg handal, terpercaya dan berpengalaman.

Satu hal yg paling penting, yg harus diperhatikan.. jangan serakah. Jangan mudah terhasut janji2 gombal, sales investasi. Contohnya dg uang 10jt, dlm waktu 3 bulan bisa balik 20%. Yakin, bisa?

Kecuali kita buka usaha sendiri, muterin duit sendiri.. 10 juta balik 2 juta dlm 3 bulan (atau 1 bulan/1 minggu) bukan hal yg impossible. Iya, kan?

Categories: Investasi Tags: