Home > Motivation, My Life > Perbedaan Manusia dan Kera adalah Akalnya

Perbedaan Manusia dan Kera adalah Akalnya

Luar biasa! Seperti diingatkan kembali pada ajaran2 agama, betapa Tuhan menciptakan manusia dengan kekuatan akal-nya. Kira2 itulah pesan yg saya dapat ketika menonton acara “Ape Genius” di channel Nat Geo Wild.

Kerja keras peneliti yg mengungkapkan kehidupan simpanse, kera yg dianggap paling genius dari kera2 lainnya menunjukkan bbrp aspek yg menyerupai kehidupan manusia. Mereka punya budaya, mampu memecahkan masalah, mampu menirukan apa yg diajarkan, bisa berkoordinasi dan bahkan mampu membaca pikiran. Contoh2 yg ditunjukkan seperti penggunaan tombak untuk berburu, batu untuk memecahkan kulit kacang.. sangat menakjubkan. Ketika diberi tantangan untuk mengambil makanan dalam botol kecil, mereka secara menakjubkan memasukkan air ke dalam botol sehingga ketika penuh makanan tersebut bisa diambil. Bahkan yg lebih menakjubkan ketika seekor kera disuruh untuk melakukan bbrp pekerjaan HANYA dengan perintah bahasa (suara), dia mampu memahami perintah bahasa tsb dan mengerjakan pekerjaan yg diminta. Contoh yg lainnya menunjukkan bahwa kemampuan sosial juga ada dalam bentuk dukungan bahkan empati, seperti ketika mereka berkabung saat salah satu ‘kerabatnya’ mati.

Lalu dalam analogi si narator dikatakan: “They’re in a state of rocket launching, but why can’t they launch?” Secara modal skill dan kemampuan, mereka mampu tapi mengapa mereka tidak pernah sepintar manusia?

Jawabannya sederhana: emosi. Mereka terbukti tidak mampu mengatur emosi-nya dan cenderung bersikap impulsif, tidak terkontrol dan penuh kekerasan. Meskipun mereka memiliki semua kemampuan, namun dengan tidak adanya ‘visi’ menjadi percuma.

Dalam penelitian lain, kali ini dengan anak kecil usia 3 tahun-an. Tantangannya berupa dua mangkok, yg satu berisi 2 permen, yg lainnya berisi 6. Pilihannya kalau mereka mau menunggu, mereka akan mendapat 6 permen. Jika tidak mereka bisa langsung mengambil 2 permen. Sebagian besar responden langsung mengambil 2 permen, dan hanya sedikit yg mampu menahan diri untuk mendapatkan 6 permen. Kelanjutan narasi menyebutkan bahwa anak2 yg mampu menahan diri tsb yg di tahun2 berikutnya menunjukkan prestasi lebih terutama di sekolahnya.

Kesimpulannya, sekali lagi emosi; semua orang memilikinya. Hanya kemampuan mengontrol emosi inilah yg membedakan keberhasilan satu orang dengan lainnya. Bahkan manusia dengan kera.

Dan kontrol itu adalah AKAL. Subhannallah, Allahu akbar!

Categories: Motivation, My Life
  1. Alam
    February 17, 2012 at 8:02 am

    mas bro, follow blog saya juga donk. saya udah follow blog mas.😀 salam kenal dan salam nge blog

  2. February 18, 2012 at 11:07 am

    Mas Alam, boleh mas tukeran blog-nya. Terima kasih juga sudah berkunjung🙂

  3. Alam
    April 10, 2012 at 11:12 am

    iya silahkan.. maap lama baru ol. tukeran link maksudnya?

  4. Alam
    April 10, 2012 at 11:13 am

    Alam :
    iya silahkan.. maap lama baru ol. tukeran link maksudnya?
    sudah sy tambahkan link sbo d blog saya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: