Home > Investasi > Diversifikasi Investasi, Perlu??

Diversifikasi Investasi, Perlu??

Dalam blog ini, saya pernah membuat tulisan menyambut IHSG yg menembus angka keramat 4000. Tulisan tersebut mungkin saat ini jadi rada2 basi, mengingat IHSG sekarang turun di kisaran 3400-an. Kalau ditanya akan turun sampai level berapa, tidak ada yg tahu kecuali Tuhan.

Masalahnya saya termasuk salah satu yg telat mengantisipasi penurunan ini. Saya bukan pemain saham aktif, baik itu trader ataupun investor. Saya baru bisa dan sedikit2 belajar mengenai reksadana, dimana uang saya dikelola oleh Manager Investasi untuk ‘dimainkan’ di saham (reksadana saham). Dan penurunan IHSG, berakibat penurunan NAB dari produk reksadana yg saya ambil.

Di sisi lain, saya juga berinvestasi emas. Awalnya ikut2an istri yg membeli emas (LM) di salah satu bank syariah, dengan cara menyicil. Setelah saya pelajari, system cicilan-nya lumayan bagus. Paling gak dengan system syariah, telah ada kesepakatan di awal mengenai berapa pokok hutang dan cicilan yg musti dibayar.

Nah, saat RDS saya turun gara2 IHSG, LM malah naik. Saya perhitungkan dengan harga saat ini, sudah dapat untung sekitar 15% dalam waktu beberapa bulan. Luar biasa!

Di sini saya merasa, ternyata diversifikasi dalam investasi itu penting. Istilah-nya: don’t put your eggs into one basket! Saat keranjang yg satu berantakan, masih ada keranjang lain yg bisa mengangkat investasi kita. Lalu bagaimanakah caranya untuk diversifikasi?

Setelah saya browsing2, ada bbrp orang yg menggunakan proporsi yg mirip2, yaitu:
– 10% emas
– 40% properti
– 50% paper asset (saham, obligasi, reksadana, deposito, dll)

Selain itu ada juga yg mengalokasikan investasi nya ke bisnis (proyek). Proporsi di atas, bisa jadi berbeda dan tentu ada alasan dibaliknya. Cuman dalam situasi seperti sekarang ini, proporsi tersebut bisa jadi berubah yg mana mungkin orang menghindari untuk meletakkan “telur-nya” di keranjang saham. Bisa jadi mereka memilih untuk masuk reksadana pasar uang, deposito atau malah memegang uang cash; sambil mengantisipasi IHSG naik lagi.

Categories: Investasi Tags: , , , ,
  1. October 19, 2011 at 12:33 am

    don’t put your eggs into one basket! dari persentasi nya wahhh bagus tuh ide nya. saham aku malah kapok. waktu sahan turun kemarin. jadi nya males lagi main saham

  2. October 19, 2011 at 8:01 am

    Main saham masuk nya pas indeks lagi naik aja, Bay. Lihat indikator ekonomi secara global di US, europe dan Asia. Kalo pas turun ya invest di keranjang lain aja, kayak emas, properti ato bisnis. Btw, thanks dah mampir di sini🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: