Home > Motor, My Life > Ada apa dengan skutik?

Ada apa dengan skutik?

Kalo ngga sampe berulang2, ngga bakalan saya menulis ini.

Ada apa dengan skutik?

Cerita yg paling akhir: tadi pagi ketika naik taxi melewati jalan Ciater – Serua yg terkenal tangguh medannya (alias jalan naik-turun), sebuah skutik tiba2 jatuh terbalik dg sendirinya. Untung dalam keadaan yg rame dan padat lalu lintas, tidak terjadi kecelakaan beruntun. Dan untung pengendara beserta boncenger tidak cedera, dan langsung melanjutkan perjalanan.

Sehari sebelumnya lebih parah: saat saya memotong jalan, kendaraan lain dari arah berlawanan telah berhenti menunggu mobil saya lewat. Eh, tiba2 sebuah motor bebek nyelonong, untung masih bisa nge-rem. Disusul sebuah skutik, yang sayangnya kali ini tidak sempat nge-rem dan langsung menghajar si bebek, hingga terpelanting motor berikut pengendaranya. Untung pengendara tidak cedera fatal, meski motor mengalami kerusakan di kaca2 lampu-nya.

Cerita lain lagi dari teman saya, yang baru saja berganti dari menunggangi bebek beralih ke skutik. Ceritanya ketika melewati jalan Ciputat yang padat, sebuah angkot gila berhenti mendadak untuk menurunkan penumpang. Meski dilengkapi dua buah rem (depan belakang), tidak mampu menghentikan laju skutik hingga menabrak si angkot. Mungkin, kata teman saya, kalo dia masih naik bebek, kejadian itu ngga bakal terjadi (masih sempet nge-rem maksudnya).

Dari tiga kejadian tadi, saya jadi bertanya2: sebenernya aman ngga sih naik skutik? Maklum, sehabis maen2 ke PRJ kemarin, jadi kepincut untuk memboyong skutik gaya retro keluaran ATPM berlogo sayap mengepak.

Kalau dari analisa sederhana saya, mungkin sangking enaknya bawa skutik.. karna ngga perlu oper gigi jadi terlena dan bahkan bikin kagok kalo2 harus berhenti mendadak.

Kembali, masalah kebiasaan dan kesadaran berkendara yang menjadi faktor utama. Saya juga pernah bawa motor laki, trus jatuh.. gara2 belum terbiasa untuk mengatur gas dan ‘momen’ melepas/menahan kopling.

Tapiii, kalo motor laki, karna ukuran-nya yg gede.. ngga mungkin dong dikendarai anak kecil atau ibu2. Nah, kalo skutik, karna ukurannya yang kecil dan mudahnya dikendarai; saya jadi bertambah kuatir kalo angka kecelakaan skutik ini makin bertambah.

*Makanya kalo mau selamat, bawa motor jangan kenceng2 dong. Paling cuman beda 1-2 menit; masalahnya mau nyampe ke tujuan dgn selamat ato malah ke rumah sakit?

  1. July 19, 2010 at 2:14 pm

    betul om…ngeri kalo lihat orang ngebut pake skutik secara skutik ngga ada engine brake untuk mengurangi kecepatan putaran mesin pada saat ada sesuatu yg berhenti mendadak didepan jalan jadi hanya bermodalkan rem depan blakang aja.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: