Home > Motivation > Saat Kau Berpisah

Saat Kau Berpisah

“Taufan, ini hari terakhir saya. Maafkan kalo ada salah, terima kasih atas semua bantuannya” itulah kalimat yang meluncur dari seorang bapak rekan kerja saya, sebagai ucapan perpisahan darinya. Jabat tangan yang erat, menggambarkan ketegaran beliau.

Saya cuman bisa tertegun dan berkata, “Sama2 pak, maafkan kalo selama ini saya ada salah sama bapak”

Selama dua tahun lebih saya bekerja di perusahaan yang sama, menyaksikan orang datang dan pergi. Ada yang pergi dengan tawa, karena kepergiannya adalah untuk meraih kesempatan yang lebih baik. Ada yang diiringi dengan kesedihan, termasuk bapak satu ini. Saya pribadi merasa sedih, merasa kehilangan .. mengingat kepribadian beliau yang begitu tegar dan walau usia telah lanjut namun semangat jiwanya tetap mampu menjadi inspirasi bagi kita yang muda.

Tapi ada hal lain yang membuat saya sedih. Kebetulan posisi beliau memang staf biasa, tidak heran kalo kepergiannya tidak disambut dengan farewell party.. sebagaimana para atasan. Wajar dong? Iya, saya juga ngerti akan hal tsb.. bahwa penghargaan diberikan kepada seseorang, salah satunya dengan mengingat posisi yang dimilikinya. Tapi yang membuat saya sedih adalah, pertanyaan2 seperti apakah kepergiannya akan dikenang oleh orang? Apakah sumbangsih-nya akan diingat? Atau akankah kepergiannya berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan bisnis perusahaan?

Yah, ini sekedar catatan pribadi, di mana saat ini saya merasa seperti berjalan di tempat. Bukannya tidak mensyukuri, namun saya merasa impian2 saya masih jauh dari genggaman. Akankah semuanya tetap tergantung di langit, saat saya menginjak usia senja seperti bapak tersebut?

“Jangan menyerah!” Kalimat yang mudah untuk diucapkan namun sulit untuk dipraktekkan. Setidaknya untuk saat ini, saya sendiri tengah mencari apa intisari hidup ini. Hal2 apa yang menjadi tujuan hidup yang ingin saya capai, dsb.

Hmmh.. kenapa langkahku kian terasa berat yah?

Categories: Motivation
  1. March 15, 2010 at 11:41 pm

    hm…baru ingat gw bro. gw baru sadar sesaat membaca blogmu ini. Pak Andr* ya?
    wah, baru sadar gw…banyak juga kenangan bersama bapak itu😦

  2. eindgun
    April 10, 2010 at 5:12 pm

    hehehe iya tuh pak andri, kasian juga yah, btw kepergian gw ada yang merindukan ga yah wkwkwkwkw

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: