Home > Motivation > Dahlan Iskan, the new PLN Presdir

Dahlan Iskan, the new PLN Presdir

Tulisan ini terinspirasi dari acara Tatap Muka di TV tadi malam. Di mana nara sumber-nya adalah Dahlan Iskan, yg skrg menjabat Dirut baru di PLN.

Sebagai pertanyaan awal, bagaimana beliau menghadapi resistansi dari internal PLN sendiri. Mungkin karena background DI, yang non PLN. Malah-an sbg jurnalis, dulunya sempat menuliskan kritikan kepada PLN. Apakah skrg beliau mampu memimpin PLN ke arah perbaikan?

Tadinya saya juga berpikiran sama.

Namun apa yang melatarbelakangi tulisan saya, adalah kekaguman terhadap sosok beliau. Saya ngga bermaksud membuat tulisan ini jadi semacam ‘promosi’ buat DI. Coba kita lihat, waktu ditanya: “Bapak kan sudah jadi orang nomor satu di grup bpk dulu, lalu kenapa ke PLN?”

Jawabannya: pengabdian!

Jaman sekarang, rasanya sulit percaya ada orang yang mengerjakan sesuatu karena alasan pengabdian. Makanya saya langsung tertarik mengikuti acara tsb.. padahal sebelumnya sudah mau pindah channel untuk menonton tayang ulang NBA favorit saya🙂

Bbrp fakta menarik dari pembicaraan dg beliau:
– Ternyata PLN di Jawa ini tidak punya trafo cadangan, jadi kalo satu aja trafo nya mati.. alamat mati semua listrik yang di-handle trafo tsb. Ini masuk program beliau, bahkan katanya: “Kalau perlu saya coba beli langsung dari pabriknya, supaya bisa dapat harga murah”. Katanya sih, satu trafo harganya 120 milliar rupiah.. wow🙂
– Beberapa PLTG di Indonesia ini ternyata tidak diberi ‘makan’ gas.. tapi BBM yang harganya bisa tiga kali lebih mahal. Sungguh ironis, di negara kaya gas, komoditi satu ini malah di ekspor besar2an dengan kontrak yang panjang sampai 2015.
– Dahlan Iskan, begitu menjabat di PLN melepaskan jabatannya di 80 perusahaan, dimana rata2 beliau menjadi orang nomor satu di perusahaan2 tsb. Hanya untuk mengabdi di PLN, yang bisa dibilang “kursi panas”. Saya aja kerja di satu perusahaan, masih posisi rendah gini sudah pontang-panting. Salut buat DI!
– Beliau menjabat di PLN ini, katanya.. ngga mikir mau digaji berapa, dikasih fasilitas apa. Bahkan s.d skrg masih menggunakan mobil dan rumah pribadinya. Kata beliau: “Tabungan saya sudah cukup, bahkan sampai anak cucu saya” .. ya iyyalah, secara sebelumnya sudah jadi org nomor 1 di banyak perusahaan, tabungannya sudah ngga bisa diitung jari kali jumlahnya. Namun sekali lagi, salut! Kalo memang niat dan tujuan di PLN adalah pengabdian, berarti ya memang ngga perlu mikirin mau digaji berapa (yang mungkin saja tidak sebanding dengan kekayaan beliau).

Kita tunggu kiprahnya Pak Dahlan, semoga PLN bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Categories: Motivation Tags: ,
  1. March 15, 2010 at 11:31 pm

    setuju bro, mari kita tunggu sepak terjan pak DI ini🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: