Home > Motivation > Nyeker Together

Nyeker Together

Apa yang terlintas di benak, mendengar kata “nyeker”? Nyeker dalam bahasa Jawa, artinya berjalan tanpa alas kaki. Setiap orang mungkin memiliki persepsi yg berbeda tentang arti nyeker. Yang bagi saya — tadinya — nyeker tidak lebih dari makna literal, yang sudah pasti saya tolak mentah2 karna kenyamanan sepatu atau sandal untuk berjalan. Tapi anehnya, apakah nyeker itu sebuah “takdir” atau “pilihan”?

Sudah tiga minggu saya “nyeker together” dengan teman2 di internet, sebuah komunitas “The Nyekeris” yang didirikan Mas Agung Dewandaru. Komunitas yang bertujuan untuk bersama2, belajar untuk bekerja tanpa “alas kaki” .. maksudnya (mungkin) tanpa kelengkapan dan segala tetek bengek yang biasa disandang kaum pekerja. Kalo perlu, dan dirasa nyaman, pake sarung plus kaos oblong malah makin afdhol. Lho, kok bisa?

Internet, mungkin sudah jadi barang basi .. tapi herannya tidak pernah membuat saya terkagum2. Cari uang lewat internet, sudah bukan barang baru lagi .. banyak sekali website yang memberi tawaran yang menggiurkan untuk, bagaimana caranya menghasilkan duit lewat internet. Cuman, saya seringnya salah kaprah dengan terminologi “internet marketing” yang pada ujungnya saya diminta untuk mendownload sebuah e-book yang (katanya) ngajarain bagaimana caranya “marketing” di internet. Apakah ini salah? Saya sendiri tidak tahu .. hanya bagi saya konsep ini masih menjadi hal yang — istilahnya tidak ketangkep akal pikiran saya.

Lalu apa bedanya dengan “The Nyekeris”? Bagi saya — paling tidak, saya tidak diminta untuk mendownload sesuatu dan musti bayar🙂 Hebatnya lagi, si empu-nya bahkan merelakan waktunya 2 jam dlm seminggu buat membagi ilmunya kepada saya dan teman2. Dan seperti mendapat pencerahan, saya merasa konsep ini lebih masuk di pikiran.. dan mustinya saya juga bisa asal ada kemauan. Maka dimulailah, pencarian bekal buat nyeker together ini.

Akan kemana saya melangkah, masih belum tahu secara pasti. Namun seperti layaknya sebuah proses belajar, mulailah dengan meniru. Bayi belajar berjalan, dengan meniru gerakan orang2 dewasa sekitarnya dalam berjalan. Dari situ, langkah selanjutnya adalah “twisting” .. yang berarti meskipun meniru, tapi jangan persis sama. Bahkan kalo bisa, saya musti menemukan “gaya” saya sendiri.

Hidup ternyata penuh dengan pilihan, bukan?

Salam nyeker!

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: