Home > Motivation, My Life > Take Care Your Own Business

Take Care Your Own Business

Dalam sebuah tayangan di TV, bincang2 antara salah satu ca-pres dengan tokoh2 olahraga di Indonesia. Salah seorang di antaranya adalah mantan atlet nasional yang prestasinya bahkan meraih medali emas di PON.

Apa yang dia keluhkan benar2 membuat hatiku trenyuh. Mantan atlet nasional, yang dulu berjuang mengharumkan nama bangsa .. kini harus berjuang untuk menghidupi anak istrinya.

Bukannya apa yah, yang bikin aku heran: apakah perhatian pemerintah akan berhenti saat sang atlet sudah tidak ber-prestasi lagi? Ini hanya pertanyaan lho, mudah2an aku ngga jadi korban penangkapan seperti Prita Mulyani gara2 nulis komplain-an sebuah RS di internet🙂

Sekarang aku mencoba melihat dari kacamata sudut pandang yang berbeda. Pada dasarnya, tidak ada pihak manapun yang benar2 peduli dengan nasib kita kecuali kita sendiri yang memperjuangkannya.

Sebuah bisnis dibangun atas dasar mencari keuntungan. Dan manakala terjadi kerjasama dengan pihak laen, maka prinsipnya harus saling menguntungkan. Apabila salah satu pihak merasa tidak ada lagi keuntungan yang bisa diambil, bisa jadi kerjasama tersebut tidak berlanjut lagi. Nah, kira2 apakah setelah si mantan atlet tsb sudah tidak berprestasi, dianggap tidak menguntungkan lagi buat negara?

Hmm, baru inget juga kasus pengusiran penghuni komplek perumahan Kostrad di Jakarta Selatan, dengan alasan para penghuninya sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Kostrad. *Tapi itukan sekarang, Pak .. dulu2 para suami, ayah, saudara mereka kan juga anggota Kostrad, dan ikut berjuang mengamankan negeri ini*

Jadi kenyataannya memang siapa pun bisa berdalih dengan alasan apapun, bahwa seseorang bisa jadi tidak berhak mendapatkan fasilitas yang sama, karena sudah tidak memberikan keuntungan lagi buat pihak yang memutuskan “tali-ikatan” yang pernah terjalin di antara mereka. Masalahnya mau protes, juga susah .. karena biasanya yg punya power itulah yang (menganggap dirinya) benar🙂

Kalo begitu sekarang, sudah saatnya kita memikirkan nasib sendiri. Istilah enggres-nya: Take Care of Your Own Business. Jangankan kasus2 di atas tadi, aku sendiri ngerasa sebagai pegawai swasta tidak ada jaminan bahwa pekerjaan yg aku jalani sekarang bakal langgeng. Minimal kalo sudah mencapai usia tertentu, mau ngga mau musti pensiun.

Cuman untuk menjalankan usaha sendiri, aku masih ngerasa susah. Ngga tahu bagaimana cara memulainya, dan kira2 bidang apa yang ingin dijalankan.

Gimana caranya yah supaya pikiran (mindset) dan mental, siap untuk menjadi seorang enterpreneur?

Categories: Motivation, My Life
  1. Heri E-36
    July 1, 2009 at 9:40 am

    Taufan wrote:
    “…
    Gimana caranya yah supaya pikiran mindset) dan mental, siap untuk menjadi seorang entrepreneur?”

    Ada dua step yang biasanya dinasehatin sama guru2 entrepreneur:
    1. FIND MENTOR
    2. FOLLOW YOUR MENTOR
    3. ACTION & DO IT NOW

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: