Home > My Life > The Curious Case of Benjamin Button

The Curious Case of Benjamin Button

benjamin1
“I was born under unusual circumstances”. And so begins “The Curious Case of Benjamin Button”

Diadaptasi dari karya tulis F. Scott Fitzgerald (1920), tentang seseorang yang terlahir seperti orang tua, berumur sekitar 80-an dan semakin lama bukan bertambah tua.. seakan waktu berjalan mundur: Benjamin semakin bertambah muda.

Dibintangi oleh Brad Pitt sebagai Benjamin, dan Cate Blanchett sebagai Daisy: seorang wanita yang diceritakan menjadi pasangan kasih Benjamin.

Film ini bertutur sebuah kisah penuh keajaiban .. bisa dibilang absurd malah. Tapi ide2 gila si penulis, yang dituangkan secara briliant oleh sutradara mampu membuat saya tergelitik untuk terus mengikuti sampai cerita berakhir. Maklum, ini film drama .. dan kebanyakan film drama memang membosankan; kecuali jika ceritanya menarik dan berjalan dengan alur yang penuh intrik.

Bayangkan saja! Bagaimana jika, Anda dan pasangan (istri/suami) dikaruniai anak dengan kelainan seperti Benjamin. Mungkin awalnya terasa berat menerima kenyataan tersebut. Sayangnya, ibu Benjamin meninggal dalam proses persalinannya .. tinggallah sang bapak yang merasa berat menerima kehadiran Benjamin yang buruk rupa. Sehingga diceritakan, dalam keputusasaannya antara membuang Benjamin ke sungai, akhirnya sang bapak menitipkannya ke sebuah rumah panti jompo.

Disitulah, Benjamin mendapat limpahan kasih dari sang pengasuh, Queenie ..yang menganggap Benjamin sebagai sebuah mukjizat Tuhan yang dimandatkan kepadanya. Beruntung juga Benjamin mendapat tempat di rumah tersebut, karena keberadaannya tidak dianggap aneh: mungkin sama halnya seperti penghuni lainnya.

Tapi jiwa kanak2 Benjamin, yang terkurung dalam badan seorang tua berumur 80 .. tentunya selalu menuntut jawaban2 seorang bocah kecil, seperti mengapa ia tidak bisa bermain dengan anak2 seusianya — malahan asyik bercengkerama dengan orang2 tua lain di panti jompo.

Suatu ketika Benjamin, berjumpa dengan Daisy .. yang diceritakan sebagai cucu kesayangan salah satu penghuni panti jompo. Benjamin tentu senang mendapat teman yang “seumuran” .. dan anehnya Daisy merasa nyaman (senang) menghabiskan waktu dengan Benjamin. Seperti yang bisa ditebak kemudian dalam perjalanan cerita: Benjamin bertemu kembali dengan Daisy pada usia 20-30 an.

Daisy yang menjalani hidup sebagai penari balet, tumbuh menjadi gadis cantik jelita dan penuh dengan luapan emosi dan cinta. Benjamin sebaliknya, mengingat awal2 hidup yang dilalui bersama orang2 tua .. ia cenderung menahan diri untuk tidak terlalu “mengikuti” gejolak gairah muda Daisy.

Kisah cinta keduanya tidaklah berjalan mulus2 saja. Gaya hidup Daisy, yang tidak bisa diikuti Benjamin menjadi salah satu alasannya. Walau bagaimanapun Benjamin, tetap menyimpan cintanya kepada Daisy. Bahkan setelah Daisy mengusirnya, ketika suatu saat Benjamin menjenguk Daisy yang mendapat kecelakaan parah.

Yang selalu menjadi pertanyaan menarik, sepanjang saya menonton film ini adalah: apakah Benjamin kelak akan “berakhir” sebagai anak kecil secara fisik? Lalu bagaimanakah kisah cinta Benjamin dan Daisy akan berakhir? Disinilah, seperti yang saya katakan di awal: ide2 gila dan imajinatif penulis, mampu diwujudkan dengan sangat baik oleh sang sutradara. Jangan kaget kalau dalam tengah2 film ini, Anda melihat Brad Pitt dalam wujud seorang abege🙂 Atau mungkin ada yang masih ingat “kecantikan” Brad Pitt di masa mudanya dalam film Legends of the Fall (1994).

Sebagai tambahan, film ini mendapatkan 5 (lima) nominasi Golden Globe Award .. so, apakah cukup menarik untuk ditonton atau tidak?

  1. January 17, 2009 at 1:09 am

    Menarik untuk ditonton. Gambarnya indah. Dan saya setuju, ide ceritanya unik banget. Tapi kalo dibandingkan dengan Legend of The Fall, hmm..saya lebih suka Legend of the Fall. Karena dari cerita yang biasa tapi bisa dibikin indah dan menarik. Kalo Benjamin kan memang ceritanya sendiri sudah unik.

  2. wyd
    February 15, 2009 at 4:35 pm

    alasan pertama nonton film ini buat saya karena ada brad🙂
    di mata saya dia kok kalau main selalu bagus yah?

  3. March 10, 2009 at 11:49 am

    Saya suka sekali film ini. Luar biasa.
    Kecuali aktingnya Brad Pitt memang tidak terlalu bagus di situ.

    Btw, harus nonton film Slumdog Millionaire nampaknya

  4. August 14, 2009 at 1:25 am

    sori bro gue ketinggalan nontonnya. setuju, ceritanya unik banget … a lesson of true love n life from other side … very stunning!!!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: