Home > My Life > Met Tahun Baru 2009

Met Tahun Baru 2009

Ketika malam2 yang sama kulalui tanpa bisa memejamkan mata.. secangkir kopi krim Vanilla Latte hadir menemani. Bingung apa yang mesti kukerjakan, saat itulah aku membuka permainan Monopoly di laptop-ku. Game yang lumayan mengasyikkan buat “killing the time”: apalagi kalo bukan berkhayal punya sekian banyak uang, properti, dll. Cash-flow yang gila2an: sekali ‘nemplok’ di hotel di Times-Square, New York musti bayar US $ 20 jt. Kalo uang beneran mungkin bisa puyeng ngitung jumlah ‘0’ dibelakang, apalagi kalo dikonversi ke rupiah.

Malam itu adalah tanggal 1 Januari, sehari setelah acara malam Tahun Baru.. yang biasanya dilalui orang dengan berkumpul dgn teman/kluarga, menginap di hotel bintang, atau sekedar ‘cangkruk’ di tepi jalan. Tak lupa terompet dan kembang api yang sudah disiapkan untuk menyambut pergantian tahun.

Apa yang istimewa dari malam tsb, dan mengapa musti Monopoli? Memang tidak ada jawaban yang relevan, kok. Hanya saja, prediksi bahwa tahun 2009 — terutama di semester pertama akan mengalami ‘seret’ akibat krisis global.. mustinya orang2 menghabiskan waktunya (dan juga uangnya) untuk ‘persiapan’ masa ketidakpastian tsb. Mikir, apa tahun depan masih bisa tetap bekerja di tempat yg sama: karna ngerinya .. beberapa perusahaan malah siap me-rasionalisasi pegawainya. Belum lagi Pemilu .. stabilitas politik tentunya akan sedikit ‘goyah’ karna semua orang menanti siapakah yg akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia kelak dan kemanakah mereka akan membawa rakyatnya. Semua orang bersiap untuk ‘memblejeti’ program2 yang telah disusun sedemikian indah: akankah semua janji bakal menjadi kenyataan?

Ibaratnya main monopoli, semua keputusan tentunya mengandung resiko besar. Siap dapat untung gede, atau malah hilang duit sekarung? Semakin tinggi jabatan, semakin besar kekuasaan tentu semakin besar resiko yang harus ditanggung. Saya sebagai salah satu rakyat kecil cuman bisa berharap, semoga keputusan yg diambil para ‘penggede’ tsb tidak segamblang keputusan yang saya ambil waktu main Monopoli.

*Hmm.. aroma Vanilla Latte ini tetap ‘mengambang’. Padahal kopinya sudah habis. Sayangnya: aku masih sulit memejamkan mata.

1 Januari 2009, 03:10 pagi

Categories: My Life Tags: ,
  1. January 6, 2009 at 8:40 am

    wah, gimana donk dgn iklim investasi di negara kita?
    bisa-bisa makin banyak aja PHK dan bertambahnya jumlah pengangguran di negara kita ini ya? 😦

  2. January 6, 2009 at 2:11 pm

    @Daniel:
    Investasi juga lagi seret coy. Kayaknya skrg yg paling aman deposito deh .. secara pemerintah sudah menaikkan batas penjaminan uang di bank s.d 2 milyar rupiah. Gimana bisnis pocer loe?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: