Home > My Life > Blog Addict Disorder

Blog Addict Disorder

Tulisan yang menarik oleh Felicity (Oslo), saya temukan setelah blogwalking ke Sillystupid.com

***************************

Sejak mulai ‘terjerumus’ di dunia perbloggingan 3 bulan lalu, saya merasa seperti ketagihan. Dunia blogging buat saya begitu mengasyikkan. Menulis di blog, riset kecil untuk bahan tulisan, menata blog agar terlihat cantik, membuka koleksi foto2x lama untuk tampilan di blog, hingga blogwalking dan berkenalan dengan sesama blogger lainnya begitu menyenangkan, seperti menemukan sebuah mainan dan dunia baru yang tak terbatas. Ada kepuasan tersendiri saat bisa menyelesaikan satu tulisan, apalagi setelah mengetahui orang lain juga membaca tulisan saya🙂

Melihat gelagat yang ‘menguatirkan’ seperti lupa makan, lupa menyelesaikan laporan dan pekerjaan di dunia ‘normal’ lainnya, T (my hubby) mulai mengingatkan agar saya bisa mengatur waktu secara proporsional. Ia berkali2x ‘menjewer kuping’ saya dengan nasehatnya bahwa blogging hanyalah sebagai hobi sampingan, pekerjaan dan urusan lain sehari2x tetap harus menjadi prioritas utama. T juga ‘menuduh’ bahwa saya sudah menjadi seorang ‘blogg addict’. Ihhhh….masak sih saya seperti itu?…Sebagai pembelaan saya hanya bisa bertanya balik:” Emang kalo blogg-addict so what getu loh…Nggak bahaya ini…Nggak ada yang meninggal karena blogging kok…”. Dan…ternyata, saya keliru.

Beberapa istilah seperti BAD (Blog Addiction Disorder) dan IAD (Internet Addiction Disorder) pun saya temukan. Mmmmm, secara saya juga addicted membaca Koki, mungkin juga ada KAD (Koki Addiction Disorder)🙂

Berikut ini beberapa ciri ‘blog addict’ yang perlu diwaspadai yang saya dapat dari sumber di internet.

1. Mengambil foto saat ada acara keluarga bukan untuk koleksi album, tetapi sebagai bahan ilustrasi di blog;

2. Saat ditanya teman tentang kontak yang bisa dihubungi, anda lebih suka memberikan alamat blog daripada alamat email;

3. Saat mengemudikan kendaraan, anda lebih memikirkan bahan untuk tulisan di blog mendatang ketimbang situasi di jalan;

4. Memiliki lebih banyak teman sesama blogger daripada teman di dunia nyata;

5. Anda berkunjung ke suatu tempat bukan untuk menikmati, tetapi untuk membuat blog tentang tempat tersebut;

6. Saat mencoba berbaring di tempat tidur, gambar ‘dashboard’ di blog anda seperti tak mau hilang dari pandangan;

7. Anda menjadi lebih sering membaca buku, makan di restoran, menonton film hanya sebagai upaya untuk mendapatkan bahan tulisan di blog;

8. Lebih tertarik untuk mengamati laju naik-turunnya statistik pengunjung blog anda daripada mencermati laju inflasi;

9. Dihantui mimpi buruk bahwa blog anda mendapat 1000 komentar spam;

10. Anda lebih ingat nama blog2x favorit daripada nama teman2x di dunia nyata;

11. Kegiatan pertama saat bangun tidur di pagi hari adalah langsung mengecek apakah ada komentar terbaru di blog;

12. Anda lebih terfokus mencari jalan untuk meningkatkan jumlah pengunjung blog daripada meningkatkan gaji di kantor;

13. Menjadi lebih sering bercakap2x dengan pelayan restoran, pengemis di jalan, petugas parkir atau mereka yang sebelumnya anda tidak sukai hanya karena mereka mungkin bisa menjadi bahan tulisan di blog;

14. Saat kecopetan, anda lebih memilih mengambil foto sang pencopet dan situasi sekitar (untuk bahan tampilan di blog) daripada mengejar atau berteriak minta tolong;

15. Terbangun di malam hari bukan untuk minum karena haus atau pergi ke toilet, tetapi untuk mengecek komentar terakhir yang datang di blog;

16. Anda menulis sebuah tulisan tentang ‘blog addict’ dan bagaimana mengetahui ciri2x ‘blogg addict’😀

17. Lebih kuatir tentang nasib blog anda selanjutnya ketimbang memikirkan keluarga jika tiba2x meninggal secara mendadak;

18. Mengunjungi dan meng-update post di blog adalah sebuah kewajiban ketimbang mengunjungi atau menanyakan kabar teman dan sanak saudara;

19. Merasa kesal saat orang lain menanyakan “Bagaimana kabar hari ini?” secara langsung, karena ia seharusnya sudah membaca kabar terakhir anda di blog;

20. Lupa mengerjakan tugas kantor atau kuliah dengan alasan ‘lain-lain’; padahal alasan sesungguhnya adalah karena keasyikan blogging;

21. Sering bermimpi bahwa anda sedang ber-blogging ria;

Secara pribadi saya menambahkan:

22. Sebelumnya malas membawa kamera dengan alasan terlalu berat, sekarang jadi rajin bawa2x kamera, termasuk saat mau belanja ke supermarket siapa tahu ada kejadian menarik di jalan untuk bahan foto dan tulisan di blog;

23. Mau bersusah payah mencoba mengerti arti bahasa ‘planet’ yang tak saya kenal sebelumnya seperti: rss, atom feed, permalink, html, java script dsb, yang hingga kini sesungguhnya masih belum juga saya mengerti (hehe…)

24. Berpikir untuk mengambil kursus atau sekolah tentang Web Design-khususnya Blog design- secara serius, sayang harga kursus tadi terlalu mahal di sini;

25. Jadi rajin search di Youtube, membuka koleksi foto2x , tulisan dan dokumen lama, barangkali bisa menjadi bahan tulisan;

26. Tertawa saat membaca ciri2x ‘blog addict’ yang tersebut di atas, karena saya juga melakukan hal yang sama.

27. Menyadari bahwa bahaya ‘blog addict’ memang mengancam, dan menulis artikel ini untuk memberikan informasi pada potential ‘blog addict’ lainnya (lihat point No. 16)

Berita yang lebih ekstrim lagi saya temukan tentang meninggalnya beberapa tokoh dunia perbloggingan seperti Russell Shaw yang dikenal dengan blognya tentang teknologi, akhir maret 2008 lalu meninggal karena serangan jantung di usia 60 tahun. Sementara, bulan Desember 2007 lalu seorang blogger tentang dunia teknologi juga meninggal dunia pada usia 50 tahun karena ‘massive coronary’. Korban selanjutnya, Om Malik, 41 juga mengalami serangan jantung, namun berhasil diselamatkan.

Sementara gangguan lain seperti kehilangan berat badan atau sebaliknya peningkatan berat badan, kelelahan, dan keluhan fisik maupun non-fisik akibat tekanan untuk terus menerus menampilkan tulisan terbaru di blog juga bermunculan dari banyak blogger. Memang belum ada diagnosa resmi seperti ‘meninggal dunia karena blogging’ dan kematian dua orang blogger di atas juga tidak bisa menjadi gambaran akan ‘wabah’ baru yang epidemik. Belum juga ada kepastian apakah mereka (dua orang blogger tersebut di atas) meninggal akibat tekanan di tempat kerja. Namun, yang jelas kematian tersebut tak urung membuat para kolega, teman dan keluarga yang ditinggalkan berpikir akan bahaya gaya hidup yang tidak sehat.

Tekanan semakin dirasakan apabila dunia blogging menjadi sumber pemasukan finansial utama. Godaan pembayaran hingga jutaan dollar per tahun (bagi segelintir blogger yang beruntung dan berdedikasi penuh) dari para pemasang iklan menjadi pemicu semangat. Kebutuhan untuk selalu meng-update informasi terbaru hingga beberapa kali dalam sehari, persaingan bisnis dengan para blogger lain (khususnya blog tentang gadget teknologi muktahir) serta sistem penghitungan komisi ‘pay per click’ (berdasarkan jumlah pembaca) atau ‘pay per post’ (berdasarkan jumlah post) membuat banyak blogger juga berlomba2x menampilkan ‘breaking news’, produk terbaru, info terbaru selama 24/7 non-stop untuk sebanyak mungkin menarik minat pembaca dan pemasang iklan, belum lagi pemuasan ego pribadi menjadi figur yang dikenal publik.

Tekanan internal, eksternal dan finansial tadi menjadi bahaya yang harus diwaspadai bagi para blogger. Michael Arrington, co-founder dan editor sebuah blog teknologi terkenal mengatakan bahwa meski ia belum meninggal dunia akibat blogging, setidaknya ia telah memperoleh kenaikan berat badan sebanyak 30 pon (15 Kg) dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, mengalami gangguan tidur yang serius, serta menyulap rumah pribadinya menjadi kantor dengan 4 orang staff. Pada tingkat tertentu, ia sadar akan kemungkinan mendapatkan serangan ‘nervous breakdown’, harus dirawat rumah sakit, setidaknya cepat atau lambat kemungkinan buruk lain bisa terjadi.

Sementara itu, Matt Buchanan (22 tahun) yang bekerja untuk ‘Gizmodo’ sebuah blog tentang produk media, mengatakan bahwa ia hanya tidur selama lima jam setiap malam, sering lupa makan apalagi menyantap makanan yang sehat. Ia masih bisa bertahan karena tambahan suplemen protein yang diminum bersama kopi di kamar apartemennya yang kecil merangkap kantor. Terkadang Matt jatuh tertidur karena kelelahan di depan layar komputer beberapa kali. Di sini bisa tergambarkan betapa ‘dashyat’ dampak blogging pada gaya hidup seseorang.

Hal lain yang perlu diingat, meski blogging dilakukan hanya untuk hobi sekalipun, bahaya seperti penggunaan waktu yang berlebihan, pengabaian keluarga, teman, lingkungan sosial dan pekerjaan karena lebih memilih menghabiskan waktu dengan blog juga patut diwaspadai. Jangan sampai kita menjadi mahluk anti-sosial karena teknologi ini.

Kemudahan membuat blog baru dengan site seperti Blogger.com atau WordPress menambah peningkatan jumlah blogger secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Technocrati, yang memberikan jasa tracking untuk blog mencatat sebanyak 2,5 juta blog telah terdaftar di situs mereka. Artinya, blogger2x baru akan terus bermunculan dan ‘potential victim’ tersebut harus dilengkapi dengan pengetahuan ‘first aid kit’ bila ‘blog addict’ tadi berjangkit.

Harapan saya, semoga tulisan ini bisa menjadi masukan, khususnya bagi para sesama blogger lain. Semoga bahaya blogging di atas bisa jadi pengingat agar kita bisa menjaga keseimbangan dan gaya hidup yang sehat setiap saat. Ingat…ingat… Waspadalah!

Salam🙂

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_addiction_disorder
http://www.nytimes.com/2008/04/06/technology/
http://allpsych.com/journal/internetaddiction.html
http://query.nytimes.com/
http://wwom/blog/2007/04/
http://bellurramki18.wordpress.com/2007/
http://www.digitaldigressions.net/blog/

Keterangan: Tulisan di atas diambil dari personal blog saya di http://chiara-mycandlelight.blogspot.com. Semoga bermanfaat🙂

Categories: My Life Tags:
  1. August 25, 2008 at 8:56 pm

    betul bro, mantap juga nih. Hm..gw sebagian udah bercirikan seperti diatas.btw, thx atas RSS mu ya, kgk bisa diberi comment

  2. Gilang
    October 8, 2008 at 12:06 pm

    “Merasa kesal saat orang lain menanyakan “Bagaimana kabar hari ini?” secara langsung, karena ia seharusnya sudah membaca kabar terakhir anda di blog”

    … pernah ga nulis blog dengan harapan cowo/cewe yang kita taksir baca and then tau tentang perasaan kita ke dia hehehe..???

  3. October 9, 2008 at 12:38 pm

    @Gilang:
    Blom pernah sih, kan blog dibaca orang banyak.. malu juga kalo ketahuan🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: