Home > Investasi, Motivation > Investasi Asing: buah simalakama

Investasi Asing: buah simalakama

Momen 100 thn Kebangkitan Nasional ini, rupanya menjadi momen penting untuk berkaca sudah sejauh mana pencapaian bangsa Indonesia ini dalam berbagai aspek kehidupan.

Ada satu fakta yang cukup menyedihkan, bahwa sampai sejauh ini bangsa kita belum mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Hal ini bisa dilihat dari salah satu contoh: sektor telekomunikasi. Bagaimana dominannya pemilikan saham perusahaan telekomunikasi Indonesia oleh pihak asing, dapat dijadikan ukuran sejauh mana peranan bangsa kita dalam pertumbuhan sektor telekomunikasi.

Saya kutip dari detiki.net: ” … operator seluler Hucthison CP Telecommunication yang 100% sahamnya dikuasai asing. Lainnya seperti Excelcomindo Pratama, asingnya mencapai 99,8%, Natrindo Telepon Seluler 95%, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia 75%, Indosat 45%, dan Telkomsel 35% ”

Memang investasi asing ini bagaikan buah simalakama. Dimakan rasanya pahit, menyesakkan.. tapi jika tidak maka tamatlah riwayat kita. Pertanyaannya: apakah benar jika kita tidak memakan “buah” investasi asing tsb, maka industri (telco) di negara kita tidak akan berkembang? Mungkin jawaban saya, industri bisa tumbuh namun tidak secepat dgn investasi asing.

Hal ini yang menjadi PR bagi semua pihak; pemerintah memang yg paling dominan melalui kebijakan2 yg dibuatnya yg semestinya mampu memberikan proteksi yg cukup untuk pertumbuhan kemampuan bangsa ini. Hal ini juga harus didukung dengan semangat kecintaan terhadap produk2 dalam negeri.

Salah satu proyek yang cukup potensial (menurut saya) adalah IGOS (Indonesia, Go Open Source). Mengapa demikian? Jika untuk industri “hardware” dibutuhkan investasi yang besar seperti membangun pabrik yg memadai; sedangkan industri “software” lebih sedikit nilai investasinya, bahkan bisa dimulai dari suatu komunitas di kampus.

Percaya tidak, bahwa kemampuan di bidang IT dari putra-putri Indonesia ini bisa disandingkan dengan profesional dari negara lain? Kalau anda sering mengikuti berita di detiki.net, beberapa kali cerita tentang kemenangan IT-ers Indonesia di ajang kompetisi internasional dimuat di detiki.net.

Tinggal sekarang, bagaimana potensi emas ini didukung oleh pemerintah. Mudah saja, bikin gerakan Open source di instansi pemerintah. Kalau memang kesulitan dengan peoperasiannya, tinggal dibikin program pelatihan. Toh, uangnya akan berputar di kantong orang2 Indonesia.. daripada masuk kantong orang asing?

  1. June 19, 2008 at 5:37 pm

    nambah lagi mas. PT Telkom juga dikuasai asing lho. Pemerintah cuman punya 51%. sisanya 49% dikuasai publik yang mayoritas juga asing … kalo gak salah Bank of New York dan JP Morgan menguasai hampir 15% …. wow sektor ini memang sudah dikuasai asing. yah gimana lagi, lha wong mereka yang punya duwit.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: