Home > Motivation > BBM naik, salah siapa?

BBM naik, salah siapa?

BBM naik.. waduh gawaaattt! Sebegitu gawatnya-kah dampak kenaikan BBM ini?

Sering ngelihat di acara TV, bagaimana lihainya para pakar mengemukakan teori yg pro dan kontra soal BBM. Kalo sudah ngelihat gitu, saya cuma bisa mangut2, sambil berpikir orang2 ini makannya apa yah, kok bisa ‘sepintar’ ini🙂

Dari teori2 tsb, yg bisa saya simpulkan (yah, maap kalo kesimpulan saya salah).. terjadi konflik antara kepentingan pemerintah untuk menyelamatkan APBN versus kepentingan masyarakat untuk bertahan hidup.

Lha, wong masyarakat kita ini kan masyarakat latah.. ada isu sedikit, harga2 naik. Apalagi BBM yg selalu menjadi ‘trigger’ utama dari kenaikan harga. Nah, ini yang menjadi gawat, terutama buat masyarakat kecil.

Saya, ga mau berteori atau ngaku2 mbelo wong cilik. Kenyataannya, masih banyak orang yg bekerja, bahkan di Jakarta yg taraf hidup-nya tinggi; gajinya di bawah UMR. Ga usah jauh2, tanya ama istri saya aja🙂

Nah, kalo pemerintah berusaha cross-subsidi dgn program BLT, yakin cukup buat kebutuhan sehari2?

Alhamdulillah saya diberi rejeki cukup sehingga masih ada kelebihan. Bahkan, orang2 di sekitar saya, kelihatannya gemuk dan sehat🙂 seolah ga pernah kelihatan susah dgn kehidupannya. Nah, ini yang menjadi masalah. Masalahnya, bagaimana dgn orang2 / masyarakat yg tinggal jauh dari saya, yg tinggal di pedalaman, di pelosok desa. Apakah ketenangan dan kebahagiaan mereka sama dgn orang2 di sekitar saya?

Makanya jadi pemimpin tuh, sering2 dong lihat kondisi masyarakat. Turun ke lapangan, tanpa pengawalan kalo perlu dadakan. Lha, gimana.. kalo sudah ada ‘berita’ bapak/ibu pejabat pusat mau ke daerah, pasti pejabat daerah sudah sibuk nutupi ‘borok’ agar ga kelihatan. Sehingga masyarakat yg ditemui, semuanya tertawa, bahagia. Jadi keinget, kisah sahabat Nabi, Umar. Beliau, sering keluar istana untuk melihat sendiri bagaimana kondisi rakyatnya, sampai ditemuinya seorang janda dan anaknya dalam kondisi kelaparan. Umar, bahkan memanggul sendiri, karung beras di atas punggungnya, meski para pengawalnya tidak rela. “Apakah kamu sanggup memikul dosaku?” begitu kata Umar.

Sekarang, yang menjadi persoalan, apa yg bisa kita lakukan? Kenaikan BBM mau ngga mau, pasti terjadi karena dibalik itu ada kepentingan para kapitalis untuk meraup keuntungan sebesar2nya. Saran saya, sederhana .. ngga usah kita nyalah2kan pemerintah pake demo2an, bahkan sampai ngerusak2 segala.

Be sensitive! Pekalah terhadap kondisi masyarakat di sekitar atau bahkan yg jauh dari kita. Apa yang bisa kita bantu, walaupun kecil lakukan.

Mudah2an pemerintah kelak mau / bisa menjadi lebih peka dengan kondisi rakyatnya, dan tidak hanya melihat kondisi perekonomian global.

Categories: Motivation Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: