Home > Motivation > Ombak Kehidupan

Ombak Kehidupan

“Bukanlah lautan yang tenang, melainkan samudra luas dengan ombak yang ganas, yang membuat seseorang menjadi pelaut tangguh”

Pernah dengar ungkapan di atas, ngga? Saya mendapatkannya dari salah satu email yang dikirim ke milis yang saya ikuti. Entah dari siapa email tsb, mungkin orang yang mem-postingnya juga mendapat dari orang lain, kemudian di-forward. Seakan sebuah email itu punya life-cycle, dimana ia akan berputar2 dari satu milis ke milis lain, sampai tiba masanya ia dilupakan dan di-delete, masuk ke trash-box ato delete forever.

Ngga penting deh itu semua. Saya cuman berusaha mengingat2 perjalanan hidup yang demikian beratnya, terlempar oleh ombak satu masuk dalam genggaman ombak lain. Demikianlah hidup. Kalau kita mencoba melawan, sedikit bahkan kecil kemungkinan untuk selamat dari terjangan ombak. Namun kalau kita bisa ikut menghanyutkan diri memanfaatkan dorongan ombak menuju tujuan, hidup ini akan jadi lebih mudah untuk dimengerti.

Sering saya berpikir mengapa jika ada suatu keinginan, bisa jadi keinginan tersebut tidak tercapai. Apakah saya kurang keras berusaha? Kalo harus pontang panting dari satu kota ke kota lain untuk mengejar kesempatan, ditambah dengan cobaan yang diterima sepanjang perjalanan seperti sakit, masih dikatakan kurang.. tidak tahu harus bagaimana lagi.

I have done my best, but maybe that is not good enough.. mungkin juga sih. Mungkin selama ini saya menjalani itu semua dengan rasa berat ato kurang ikhlas. Mungkin beratnya ujian yang saya terima merupakan tempaan jiwa untuk bisa lebih bersabar.. sekaligus persiapan untuk ujian berikutnya yang lebih berat lagi.

Seperti ganasnya ombak yang menerpa kapal, tidak semata membuat kapal tenggelam, tapi sekaligus menguji kemampuan dan kekuatan kapal tersebut menghadapi ombak yang lebih ganas lagi. Ato juga merupakan ujian bagi sang nakhoda untuk pandai2 mengendalikan kapalnya ditengah2 terjangan ombak dan badai.

Semua itu ada h i k m a h n y a ….

Saya sadar, tidak ada gunanya bersedih menerima kegagalan. Satu2nya kegagalan yang mutlak adalah.. jika saya berhenti berharap, jika saya berhenti mengejar impian dan cita2.. itulah kegagalan yang sebenarnya.

Saya percaya bahwa nasib kehidupan tidak akan berubah, kecuali saya sendiri yang berusaha untuk merubahnya. Kini saatnya untuk bangun, mengevaluasi langkah yang telah saya ambil dan menyelaraskan dengan cita2.

Kini saatnya untuk bangkit, kembali naik keatas kapal.. saatnya menghadapi ombak kehidupan.

Categories: Motivation Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: