Home > My Life > It’s all about politics

It’s all about politics

Jangan dikira, kata politik hanya muncul pada ‘level’ negara. Di mana para pejabat pemerintah memainkan politik, yang nota bene dibutuhkan untuk memuluskan jalan agar kepentingan golongan yang diwakili tercapai.

Percayalah.. politik itu juga muncul dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita cermati, politik berasal dari kata asing yaitu politics, yang bersumber lagi dari kata policy. Artinya adalah keputusan. Orang Indonesia lebih gemar menyebutnya ‘kebijaksanaan’.

Kalau kita berangkat dari arti kata politik yaitu keputusan atau kebijaksanaan, maka hal ini sudah bukan menjadi barang yang tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari. Di kantor atau tempat kerja, di bangku kuliah, bahkan ibu2 rumah tangga pun sering dituntut untuk membuat keputusan. Bagaimana tidak, seorang ibu rumah tangga harus pandai2 mengatur gaji yang diterima dari suami, agar cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam waktu sebulan, sampai waktunya dia menerima gaji lagi. Kalau sudah begini, mana yang musti didulukan? Kebutuhan sandang, pangan ataukah kebutuhan untuk ‘berbelanja’? Bukan maksud mendiskreditkan kaum wanita, namun sudah menjadi kodrat wanita untuk memenuhi keinginan untuk tampil ‘cantik’. Jadi apakah ini yang dimaksud politik?

Ada satu kata lain yang hampir mendekati makna kata politik, yaitu strategi. Kalau politik menurut saya sudah sampai pada tahap pengambilan keputusan, sedangkan strategi berada pada tahap penentuan keputusan apa yang akan diambil. Intinya segala pertimbangan atau pemikiran yang mendasari pengambilan keputusan, itulah strategi.

Sementara kata politik sendiri, sudah menjadi sesuatu yang memiliki konotasi buruk. Seolah-olah suatu keputusan itu diambil bukan berdasarkan pemenuhan kebutuhan. Bukan bertujuan untuk menyelesaikan masalah, namun untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih besar yang menjadi cita2 si pengambil keputusan tersebut.

Contoh, ketika saya dihadapkan pada situasi berikut: hari ini hari jumat, hari terakhir kerja. Saya lebih senang tinggal dirumah bersama keluarga, bersantai-santai, daripada harus masuk kerja (lembur). Sementara, detik-detik menjelang jam pulang kerja, satu pekerjaan besar masuk. Apa yang harus saya lakukan?

  • Menyelesaikan pekerjaan, dengan konsekuensi kerja lembur sampai malam, bahkan mungkin besoknya (sabtu) masih harus diteruskan
  • Berpura2 seolah tidak pernah menerima pekerjaan tersebut (karena datangnya terakhir saat saya tidak ada lagi dikantor)
  • Saya bisa juga ‘menciptakan’ satu kebohongan lain dengan mengatakan ‘resource not available until monday’, yang artinya saya tidak bisa bekerja tanpa ‘resource’ tersebut.

Bagaimana dengan Anda, apa yang Anda lakukan saat menghadapi situasi seperti ini?

Itulah politik.. dalam skala mikro tentunya. Kalau begitu, tentunya perusahaan akan rugi dong? Tergantung.. tergantung seberapa besar perusahaan menggaji kita. Lagi2 politik. Wah, itu sih namanya pemalas? Ada benarnya juga, kalau dalam tahun-tahun kita bekerja sedemikian lama, namun apa yang kita harapkan tidak juga tercapai, sementara kenyataannya perusahaan bertambah ‘makmur’.

Jadi, kalau Anda melakukan seperti apa yang saya lakukan, itulah politik. Politik untuk menggembosi perusahaan dengan cara bekerja malas2an.. dan percayalah dalam waktu singkat, Surat Peringatan atau panggilan dari bos akan datang kepada Anda🙂

Categories: My Life Tags: ,
  1. September 25, 2006 at 3:13 am

    satu lagi mungkin berguna bagaimana membuat strategi jitu untuk mensiasati hati yang udah nggak mood dari rumah tapi sesampai di kantor jadi ‘fresh’ kembali (maybe act like nothing happen) Agak susah sih:) apalagi kita selalu berhadapan dengan orang lain dan harus dituntut untuk selalu tersenyum dan bisa memberikan yang terbaik bagi ‘customer’ (maklum deh frontliner kayaknya musti githchuu.. Ada beberapa tips berikut kali aja berguna :
    1. Cari tempat untuk pelampiasan dulu yang bisa dipastikan ga ada orang lain (sorry agak ngopy idenya cara ngilangin BETE.red) bisa nangis, ngliat diri sendiri di kaca. Kalau aku biasanya nangis gratis sepuasnya di kamar mandi.abisitu cuci muka.
    2. Berlatih tersenyum yang bagus di kaca dan terus berlatih, sampai bener-bener kelihatan senyumnya natural gitu.
    3. Rapiin kembali riasan muka, rambut terutama koreksi di bagian mata biar nggak keliatan sembab..makanya jang lupa bawa obat tetes mata, biara mata gak merah.
    4. Kalau uda ngerasa cakep, keluarlah dari tempat persembunyian dan sapalah orang-orang di sekitar anda (jangan lupa smile:) yang maniees.
    5. Duduk di meja anda berusaha untuk relaks, tenangkan pikiran, taris nafas panjaang dan lupakan kejadian nggak enak hari ini. Minum air putih yang banyak biar tubuh adem.
    6. Sebelum memulai pekerjaan baca doa dan pasrah aja ama sang Pencipta serta yakin aja segalanya akan berjalan baik kembali.
    Naah semoga strategi hati di atas berguna bagi anda semua termasuk saya.

  2. raylight
    September 26, 2006 at 5:47 am

    Wah.. makasih, mba chandra. Hmm tipsnya bagus banget. Sayangnya, bakal lebih pas kalo ditaruh di artikel saya berjudul ‘Cara Ngilangin Bete’. Soalnya saya disini menulis tentang hidup yang penuh dgn politik yang dimainkan oleh orang2 sekitar, termasuk kita. Sekali lagi thanks.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: