Home > Motivation > Jangan Putus Asa

Jangan Putus Asa

Sebuah perjalanan hidup seseorang, yang ingin saya muat di sini, untuk memotivasi pribadi agar tidak pernah menyerah.

*********************

Pengalaman pribadi saya yang sangat sederhana dan kecil mungkin sedikit berguna bagi rekan-rekan. Kehidupan miskin dari seorang janda beranak 6, yang ditinggal pergi oleh suami tercinta (meninggal), harus membesarkan 6 orang anak dengan usia tertua 10 tahun dan bontot 10 bulan. Dalam kehidupan keluarga, saya sebagai anak bontot tidak dan belum pernah mengerti kasih sayang seorang ayah. Ibu yang menjadi Orang Tua Tunggal menjadi tumpuan harapan dalam mencari sesuap nasi dan biaya pendidikan ke-6 anaknya.

Dalam masa remaja ku, aku sangat merasakan betapa pahitnya hidup, betapa sulitnya untuk mengangkat wajah bertatapan dengan orang lain, betapa rendahnya status sosial keluarga ku bahkan dimasa kanak-kanak ku aku tidak pernah memiliki mainan yang dimiliki oleh teman dan tetangga ku sehingga sering aku dan saudaraku harus berinisiatif menciptakan sediri mainan dari bahan kayu dan papan sisa pertukangan orang. Demi memenuhi semua kebutuhan, ibu ku harus berjuang mengolah sawa dgn cara bayar sewa, setiap hari sabtu (pekan / pasar besar) Ibu ku berdagang ikan asin, untuk menambah uang pensiun (PORLI dgn pangkat AIPTU) sebagai satu-satunya harta warisan yang ditinggal ayah ku, sampai pada saat aku kelas 2 SMP, ibu ku sudah bisa membeli 2 petak sawah dan rumah gubuk keci juga sudah kami miliki pada saat aku berusia 1,5 tahun.

Saat kelas 1 SMA, ibu ku terpeleset dan jatuh ke jurang ketika hendak kembali dari sawah, pergelangan tangganya patah dan tidak berfungsi lagi untuk mengangkat beban berat, bahkan untuk mengangkat 1/2 kg pun sudah tidak mampu. Jadilah aku dan Kakak perempuanku sebagai pengganti ibu berjualan di pasar setiap hari sabtu. Selama 1 tahun kegiatan itu kami tekuni, namun kenyataan semakin pahit. Semua pelanggan ibu ku lambat-laun pindah ke pedagang lain tanpa kami tau apa penyebabnya. Terus terang, kami sangat menghargai kejujuran, ibu mendidik kami di rumah dgn penuh disiplin. Dalam berdagang , ibu selalu bilang..”jangan sekali-kali mengurangi timbangan dan bahkan kalau diminta, tambahkan 1 ekor ikan untuk pelanggan, karena dgn menambahkan 1 ekor kita tidak akan rugi. Namun seperti yang saya katakan, kenyataan dan harapan baik ternyata tidak berpihak kepada kami.

Setelah 1 tahun, kami melakukan evaluasi, tidak mungkin meneruskan kegiatan ini lagi, karena kami sudah sering dimarahi oleh Toke (Supliyer Ikan Asin) karena setiap hari pasar, barang yang kembali sampai 70 %. Dengan sangat berat hati, kami terpaksa berhenti berdagang dan saat itu saya duduk di kelas 2 SMA. Putuslah sudah harapan untuk melanjutkan pendidikan.

Dalam keadaan seperti itu, ibuku selalu bilang, “Kamu harus sekolah terus…jangan sampai kamu mundur..gaji pensiun kita masih cukup untuk bayar sekolah dan untuk makan kita masih punya hasil dari sawah, asalkan berhemat kita pasti cukup untuk setiap tahun..” Demikian selalu ibu ku berkata. Sementara Abang dan kakak ku sudah bekerja walaupun penghasilan mereka hanya cukup untuk mereka sendiri, dan akhirnya kau memang bisa meneruskan pendidikan ku sampai LULUS SMA tahun 1983.

Setelah Lulus, aku berfikir..”harus kemana..???” lalu dengan bantuan Abang tertua, aku dibiayai untuk mengikuti test SIPENMARU di salah satu Universitas di Ibu Kota Propinsi dan untuk sementara waktu aku menumpang di rumah saudara ibu ku. Sebagai bekal, ibu membekali aku dengan beras dan uang untuk beli lauk untuk kebutuhan selama 10 hari. Dengan semangat yang sangat tinggi , aku mengikuti test dan dengan suatu komitmen.. “Apa bila lulus..saya harus membiayai kuliah sendiri dengan bekerja diluar jam kuliah”. Namun…kembali aku harus menelan PIL PAHIT, karena ketika pengumuman, nama ku tidak tercantum dalam daftar yang diterima dan akhirnya aku kembali ke kampung halaman ku.

Hari demi hari, minggu bulan dan tahun kulalui dengan harapan yang penuh tanda tanya..”harus kemanakah aku..?” Semua pekerjaan ku geluti, mulai dari tukang (buruh bangunan), pengspalan jalan, kondektur bis, kernet truk, montir bengkel mobil, bahkan pernah sebagai pengayuh becak . Semua ini ku lakukan karena dengan tekad dan harapan ” saya tidak akan pernah kalah, apalagi harus sampai mengemis. Saya harus bercermin kepada pengalaman Ibu saya yang membesarkan dan mampu menyekolahkan kami sampai bisa mengecap pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah.

Dalam perjalanan hidup saya sebagai gembel pasaran, saya tetap mangirimkan lamaran pekerjaan. Namun ada yang aneh dalam pengharapan saya..saya ingin sekali menjadi seorang PENGANTAR SURAT , entah apa enaknya dan entah apa penyebabnya. Dua kali saya melamar di Instansi tersebut..2 kali juga saya harus menelan PIL PAHIT. tapi apakah perjuangan saya sampai di sini..?? “tidak..!!!”, saya tetap mengirimkan lamaran saya ke Instansi tersebut, sampai akhirnya suatu saat saya mendapatkan penggilan ke 3 untuk seleksi penerimaan dan Hasilnya…”PUJI TUHAN” harapan ku terkabulkan..angan-angan ku tercapai…bahkan lebih dari yang aku harapkan…yang tadinya aku ingin sebagai sekedar pengantar surat…tetapi yang kudapatkan menjadi Seorang Karyawan Kelas Menengah sebagai Petugas Pos Keliling Desa di salah satu kecamatan walaupun dalam masa 1 tahun aku harus menjadi tenaga lepas harian dengan gaji (ketika itu) Rp1.200 / hari, padahal pekerjaan terakhirku menjadi kondektur bis sudah Rp2.500 / hari net..makan dan rokok gratis..heheheh…) belum lagi aku harus membayar biaya sewa kamar di tempat kerja ku.

Hari demi hari pekerjaan ku kujalani dengan penuh ketekunan dan bahkan tidak jarang aku harus keluar masuk dusun di tengah kebun kopi untuk menjemput surat atau kiriman lainnya dan bahkan hal ini sering kulakukan diluar jam dinas kerja, karena mengingat apabila kulakukan pada jam kerja, tidak akan mungkin cukup waktu jam dinas ku, karena aku harus kembali ke kantor pada jam yang sudah ditentukan, agar semua pekerjaan dan kiriman yang ku ambil dari desa bisa berangkat hari itu juga ke Kantor Cabang di kabupaten. Demikianlah kulakukan pekerjaan itu dengan senang hati dan bangga selama +/- 4 tahun.

Dalam perjalanan 4 tahun, walaupun semua kujalani dengan senang hati, namun lama kelamaan aku mulai merasa berat, karena harus naik sepeda motor sejauh 78 km / hari, melayani 14 desa, 4 SMU, 8 SMP dan puluha SD dan bahkan 3 kali dalam seminggu harus melayani 2 kecamatan karena ada pemekaran kecamatan dan disana belum ada pelayanan instansi ku . Dengan melalui jalan setapak, kadang jalanan berbatu cadas..bahkan kadang dengan lumpur hampir se dengkul..(kalau di musim penghujan) semua kujalani dan memang harus ku jalani. Dalam perjalanan karir selama 4 tahun, aku mencoba berdiskusi dengan para senior dan pimpinan, bagaimana cara peningkatan karir. Mereka semua sangat baik hati dan membangun motivasi dalam diri ku. Sampai suatu saat, tiba waktunya dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh perusahaan, aku mengikuti seleksi untuk menjalani Pendidikan dan Pelatihan Internal. Didasari pengalaman dan banyaknya kegagalan serta beratnya penderitaan dalam perjalanan hidup, aku berusaha dengan segala upaya. Buku-buku di perpustakaan kantor kupinjam dari pimpinan dan ku bawa ke rumah, hampir semua buku dan nyaris perpustakaan kantor pindah ke kamar kost ku. Akhirnya atas Berkat Rakhmat dan Perkenan Tuhan…., aku dinyatakan LULUS test di Wilayah Propinsi dan selanjutnya mengikuti test Pusat di P. Jawa. Doa Pengahrapan dan Perjuangan ku , oleh Tuhan dibukakan jalan dan aku LULUS dan berhak mengikuti pendidikan penjenjangan (non gelar) selama 1 ,5 tahun.

Hari-hari berikutnya setelah LULUS dari pendidikan , pekerjaan kujalani dengan lancar hingga 2,5 tahun kemudian aku kembali Diberikan Tuhan Jalan untuk mengikuti Pendidikan Jenjang Diploma di pendidikan internal. Singkat cerita…, saat ini saya menjadi seorang Supervisor di salah satu Unit Pelaksana Tekhnis di daerah Jakarta setelah mengalami mutasi dari beberapa kota.

Hasil yang kuraih saat ini adalah Pemberian Tuhan , karena Ia melihat perjuangan dan mendengar Doa dan Pengharapan ku. lalu apakah aku Puas…??? tidak…tapi aku Cukup Bangga dengan hasil ku saat ini, dari seorang Gembel Terminal dan Tukang Kayuh Becak, kini menjadi Seorang Karyawan Tetap BUMN.

Pesan saya kepada rekan-rekan…Jangan Menyerah terhadap Tantangan Hidup dan Kondisi Lingkungan. Tataplah ke depan karena SEJAUH MATA MEMANDANG, SELUAS ITU PULA HARAPAN TERBENTANG UNTUK DIRAIH, dan jangn Lupa, SERTAKAN TUHAN DALAM SEGALA RENCANA HIDUP MU, KARENA DIA YANG BERKENAN UNTUK MERANCANGKAN YANG BAIK DALAM HIDUPMU.

Categories: Motivation Tags: ,
  1. miko
    October 31, 2008 at 10:04 pm

    salut banget dengan perjuangan yang tanpa mengenal jera dan rintangan, tanks ya terus terang malam ini jam 10,jumat 31 oktober 2008 kondisi aku dah amburadul banget ,aku telah ikut 3kali test untuk jadi medical representative di dua perusahaan farmasi yaitu 2 kali di Bernofarm surabaya dan yang 1 di PT PHAROS Malang dan semuanya gagal, sangat capek banget karena untuk menghadiri test itu aku harus berangkat jam 3 dini hari,karena memang pelaksanaannya jauhbanget dari kotaku KEDIRI, pernah juga aku nekat naik motor untuk menghadiri interview di PT PHAROS MALANG ,dan apesnya aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan tanganku retak dan ngilunya harus aku bawa seumur idup,,aku ga nyangka niat aku jadi detailer sedemikian besar dan besok aku akan mengirimkan surat lamaran kerja lagi ke PT PHAROS DI Surabaya ..doakan aku diterima ya ..amin

  2. November 5, 2008 at 11:14 am

    @miko:
    Salut buat perjuangan miko. Semoga cita2 miko dapat tercapai.. amiin. Thanx for sharing.

  3. November 16, 2008 at 7:58 pm

    deuh mas saya jadi terhari baca tulisannya…wah saya mulai sadar ni betapa pentingnya perjuangan …..
    saya sanggat bangga dengan perjuangan mas mengalahkan keputus asaan,
    saya hrus banyak belajar dar tulisan mas ini…
    sekali lagi trima kasih mas,,,atas motivasinya….

  4. alijusmono
    November 18, 2008 at 2:31 pm

    ass. saudaraku-saudaraku sebangsa dan setanah air, kisahku mungkin tidak sesedih anda tapi intinya sama: jangan pernah putus asa, minder apalagi menyerah dalam meraih cita-cita, dan jangan lupa doa orangtua. Saya sembilan bersaudara ditinggal ayah (wafat) saat saya sma klas 1,saya anak keempat, pada saat bapak wafat baru kakak pertama yang bekerja jadi polisi, yang lain masih sekolah. Ibuku hanya seorang buta huruf yang menghidupi anak-anaknya dengan berjualan kueh dan dititipkan ke warung, serta dijual keliling dengan mempekerjakan seorang pembantu.Jangan ditanya betapa sulitnya kehidupan kami, setiap bulan menunggak uang sekolah, kalau mau ulangan umum/ujan harus bikin surat pernyataan kesanggupan membayar SPP (uang sekolah), Tetapi ibu saya tidak pernah meminta anak-anaknya menyerah atau berhenti sekolah, meskipun sebagian dari kami harus ikut berjuang mencari nafkah dengan berjualan buah-buahan di terminal/stasiun kereta api, sepulang sekolah.Hanya kebesaran Allah yang telah menjadikan kami lahir ke dunia ini melalui rahim seorang ibu yang sangat kuat, tabah,bijak dan pemuh kasih sayang meski beliau buta huruf! Tanpa beliau kami gak mungkin menjadi sarjana (saya s2 dari universitas di Manchester,Inggris),dua orang saudara saya sarjana pendidikan, satu orang sarjana ekonomi, empat orang sarjana muda (D III), satu orang sma.Riwayat hidup masa kecil saya ceritakan kepada anak-anak saya dan menjadi motivasi mereka untuk sukses, dua orang anak saya lulus Universitas Indonesia dengan IPK tiga lebih, sedangkan anak saya yang paling kecil masih kuliah di universitas brawijaya, malang, jawa timur. Mereka mengikuti jejak perjuangan orang tuanya dari sekolah sampai mendapat pekerjaan tidak sesenpun melalui KKN semua melalui test dan profesional. Hanya itulah yang saya bisa wariskan kepada generasi penerus saya agar meraih cita-cita setinggi bintang di langit dengan belajar keras, bekerja dengan jujur dan berdoa kepada Allah disertai doa orangtua. Insya Allah tercapai cita-citanya dengan diberkahi dan dirodhoi Allah. Saya hidup bersama seorang istri yang taat dan bekerja keras bersama-sama dalam suka dan duka membesarkan dan mendidik ketiga anak-anak saya yang hidup di jaman yang penuh ujian dan zaman KKN. Tetapi kebesaran Allah menuntun kami untuk hidup jujur, kerja keras, ikhlas dan tawakal. Subhanallahu Allahu Akbar.Semoga bermanfaat untuk saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, saya sedih mendengar berita banyak orang bunuh diri, strees gak bisa bayar sekolah, dulu saya juga gak bisa bayar sekolah tapi seperti telah kami ceritakan di atas, kami ikhlas berjuang karena kami memang ditakdirkan lahir ke dunia dari keluarga tidak mampu, tetapi kami punya Allah dan punya Ibu yang kuat, tabah dan bijak, itu kuncinya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kedua orang tua kami, baik bapak kami yang telah tiada maupun Ibu kami yang Alhamdulillah sampai saat ini masih dianugerahi kesehatan yang baik oleh Allah dan masih mendampingi dan mendoakan kami anak cucunya setiap sholat. Sungguh saya meneteskan air mata menulis email ini, tak mampu saya membalas amal shaleh kedua orangtua kami. Semoga Alah mengampuni kami.Amin.

  5. nita
    November 24, 2008 at 10:41 am

    salut^_^*
    God is God all the time
    makasi ya bwt sharenya,, bwt motivasi baru dalam hidupkuw…
    Gbu

  6. pReh
    December 30, 2008 at 12:05 pm

    Perjuangan yang mengesankan n berkesan.
    kapan bisa nampilin yang bikin kita jadi fresh n semangat lagi, boss?
    sepertinya kita tidak sendirian bersusah payah, berjatuh bangun menjalani hidup. semangat lalu bekerja keras dan bekerja lebih keras lagi andai kita tak mendapatkan sesuai keinginan kita tak usah sedih, pasti kita akan diberi sesuatu yang lain….”kebahagiaan”. saya telah membuktikan n merasakan kebahagiaan ini.

    mari berbagi dan membahagiakan……salam survive!

  7. syifa
    January 28, 2009 at 5:17 pm

    saLLuuTt !!!

    boLeh tw rahasia yang paling hebaT’y ??

  8. iis
    April 19, 2009 at 4:53 pm

    lagi putus asa nih mas, thanks dah ngerecharge motivasiku

  9. me
    June 15, 2009 at 10:24 pm

    Sip, Utk memotivasi yang baca. Humor dikit ya🙂 LANJUTKAN!

  10. miko
    July 11, 2009 at 10:44 pm

    ini saya lg miko yg bercita2 jd sales obat alias detailer,.pekerjaan yg bnyak dihindari oleh orang2 menurut saya..tp herannya saya memimpikannya,.sekarang alhamdulilah saya sudah bekerja jadi detailer di perusahaan farmasi skala nasional..trimakasih untuk tuan rumah dan juga para tamu yg telah berbagi untuk saling menyemangati ..tanks

  11. March 31, 2010 at 1:52 pm

    Tulisan yang bisa mengubah pola pikirku yang selama ini berhenti dengan semua keterbatasan yang kumiliki.

    Thx buat penulisnya. SEMANGAT !!

  12. December 13, 2010 at 10:24 am

    PUJI TUHAN.ada yang lebih parah dari saya, tapi semangat n optimisnya saya yang lebih parah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: